Suplement Official Website (Blog) Gubernur dan Wakil Gubernur (WaGub) DKI Jakarta 2012 – Joko Widodo (Jokowi) – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atau JB "Jakarta Baru!"

Kami Berusaha merangkum dan memilihkan berita mengapa Foke sampai kalah dari Jokowi-Ahok?

Kesimpulannya adalah Foke terlalu Percaya Diri (mungkin bahasa kasarnya sombong), namun Jokowi tetap merakyat dan mengandalkan gaya santun khas Jawa, keramahan dan kerendah hatian khas Indonesia.

Versi VivaNews

VIVAnews – Mengapa suara Foke turun tajam? Menurut Lingkaran Survei Indonesia (LSI), lembaga yang dipimpin Denny JA, salah satu faktor merosotnya  perolehan suara itu karena Foke tidak pernah muncul saat masa kampanye.

Perolehan suara calon gubernur incumbent Fauzi Bowo atau Foke, menurut hitungan cepat sejumlah lembaga survei,  di bawah perolehan pasangan Jokowi dan Ahok.  Perolehan berbeda dengan hasil survei sejumlah lembaga itu selama ini yang menempatkan Foke di urutan pertama.

“Hingga detik terakhir jelang pemilihan pun, Foke tidak terlalu banyak melakukan manuver yang bisa membangun simpati publik. Dia hanya melepas wakilnya saja untuk kampanye,” kata Direktur Riset LSI Toto Izzul Fattah di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu 11 Juli 2012.

Toto mensinyalir bahwa  Foke tidak ikut kampanye karena mungkin saja dia sangat yakin bisa memenangkan Pilkada. Keyakinan itu juga diperkuat sejumlah survei yang selalu dimenangkan oleh pasangan urut nomor 1 itu.

“Foke terlalu percaya diri akan menang. Sehingga dia lebih memilih tidak ikut kampanye dan memberikan mandat ke wakilnya untuk melakukan kampanye,” kata Toto. “Padahal Foke pernah ajukan cuti tapi ditarik kembali. Padahal itu kesempatan untuk menarik simpati masyarakat.”

Tiga lembaga konsultan politik yang menyebut kemenangan sementara Jokowi-Ahok yakni Lingkaran Survei Indonesia bentukan Denny JA, Lembaga Survei Indonesia yang didirikan Syaiful Mujani, dan IndoBarometer pimpinan Muhammad Qodari.

“Disisi lain ada Jokowi yang punya tren dan model kampanye, langsung turun ke masyarakat. Gayanya nyentrik, unik, dengan baju kotak-kotaknya. Itu yang membuat alam bawah sadar publik Jakarta akhirnya memberi simpati padanya. Ini yang tidak disadari,” ujar Toto.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: